JOMBANGKU.COM – Ada yang tahu tempat kelahiran dua nama tersohor di masa Kerajaan Mapahit, yakni Prabu Damar Wulan dan Patih Gajah Mada? Kemungkinan, banyak yang tidak mengetahuinya.
Baru-baru ini terungkap, jika Prabu Damar Wulan dan Patih Gajah Mada, disebut-sebut lahir di Kabupaten Jombang.
Sejarah ini, diungkap KH Husein Ilyas, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Misbar, dalam pengajian rutin di kediamannya di Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Pengajian ini kemudian direkam dalam sebuah video dan dinggah di FanPage Facebook “Dawuh Mbah Husein Ilyas”. Postingan tersebut diunggah pada Senin (4/1/2021).
Dalam video pengajian kiai yang tenar dengan sebutan Mbah Yai Husein ini disebutkan, Prabu Damar Wulan, lahir di Paluombo, sebuah daerah yang berada di sisi timur Dusun Paritan, Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang.
Keseharian Prabu Damar Wulan di masa kecil hingga dewasa, adalah mencari rumput sebagai makanan kuda di sebuah kawasan yang kemudian dikenal dengan nama Dusun Paritan. Kemudian, Damar Wulan dipercaya menjadi tukang pencari rumput untuk makanan kuda milik Patih Loh Gender dari Kerajaan Majapahit.
Dikatakan Mbah Yai Husen dalam video itu, selain memiliki kepandaian, Damar Wulan merupakan pria rupawan. Karena saking tampannya, ia dinamakan Damar (lampu) dan Wulan (bulan).
“Dinamakan Damar Wulan itu karena saking tampannya. Kalau nggak ganteng, ya diarani damar melik-melik (redup). Apalagi kepaten damar (lampu mati),” kata Mbah Yai Husein, disusul tertawa.
Saking tampannya, seperti dilansir di Wikipedia, putri sang patih bernama Anjasmara terpikat dan jatuh cinta kepadanya. Damar Wulan kemudian mendapat tugas dari raja Majapahit, yaitu Ratu Kencana Wungu, untuk menyamar dengan tujuan membantu mengalahkan Menak Jinggo, penguasa Kerajaan Blambangan yang bermaksud memberontak ke Majapahit.
Rupanya, ketampanan Damar Wulan dapat menarik perhatian selir-selir Menak Jinggo, yaitu Waeta dan Puyengan. Dengan bantuan mereka, Damar Wulan berhasil memperoleh senjata sakti gada Wesi Kuning milik Menak Jinggo. Menak Jinggo kemudian berhasil dikalahkan Damar Wulan.
Damar Wulan pun memboyong kedua selir tersebut. Dan pada akhirnya juga mempersunting sang raja putri Majapahit.
Tempat Lahir Patih Gajah Mada
Begitu juga dengan Patih Gajah Mada. Patih yang tersohor dengan “Sumpah Palapa”-nya ini juga lahir di Jombang, tepatnya di selatan Mojoagung. Disebutkan, Patih yang dikenal jasanya menyatukan sejumlah daerah hingga menjadi Nusantara ini, merupakan anak dari Tumenggung Kolongdono.
Penanda jika Patih Gajah Mada lahir di selatan Mojoagung, Jombang, adalah umpak (unsur bangunan berupa batu, berfungsi sebagai penyangga tiang pada bangunan) pendopo, berukuran besar dan penuh tekstur ukiran.
“Sampai sekarang, umpak itu masih ada di sana,” katanya. Hanya saja, dalam video itu, Mbah Yai Husein tidak menyebut secara pasti, nama dusun atau desa tempat lahirnya Patih Gajah Mada.
Disebutkan, Tumenggung Kolongdono memiliki 3 putera, yakni Gajah Seno, Gajah Welo, dan terakhir adalah Gajah Mada yang kemudian menjadi Patih Majapahit mendampingi Raja Hayam Wuruk. Di masa duet kepemimpinan ini, Kerajaan Majapahit mencapai puncak masa kejayaan. (an/jk)