Ketua DPC PKB Jombang, Hadi Atmaji, menegaskan bahwa integrasi antara politik dan pelestarian lingkungan kini menjadi prioritas mutlak.
JOMBANGKU.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Jombang resmi meluncurkan arah perjuangan baru dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Hotel Azana, Minggu (5/4/2026).
Tidak sekadar konsolidasi internal, momen ini menjadi tonggak sejarah dengan diperkenalkannya konsep PKB Green Party.
Bukan Sekadar Jargon
Ketua DPC PKB Jombang, Hadi Atmaji, menegaskan bahwa integrasi antara politik dan pelestarian lingkungan kini menjadi prioritas mutlak.
Dalam sambutannya saat pembukaan, ia memperkenalkan istilah “Taubat Ekologis” sebagai fondasi gerakan partai ke depan.
“Kami menyadari bahwa politik tanpa kepedulian terhadap lingkungan adalah sebuah red flag,” ujar Hadi.
“Taubat Ekologis bukan sekadar istilah keren untuk menarik simpati, melainkan komitmen mendalam untuk memastikan kebijakan publik di Jombang benar-benar ramah lingkungan,” lanjut Ketua DPRD Jombang tersebut.
Ia mengibaratkan politik seharusnya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat. “Kita ingin politik yang memberikan oksigen, bukan sekadar polusi janji-janji. Tujuannya satu, memastikan Jombang tetap asri dan layak huni bagi anak cucu kita,” tambahnya.
Realita Krisis
Menyambung visi tersebut, Wakil Ketua DPC PKB Jombang, Subaidi Muhtar, memaparkan alasan empiris mengapa transformasi ini mendesak untuk dilakukan.
Ia menyoroti fenomena banjir yang kini kian sering melanda pemukiman warga akibat daya resapan air yang menurun drastis. Menurutnya, ada dua poin kritis yang menjadi sorotan utama PKB Jombang.
Sorotan pertama, yakni eksploitasi alam yang tak terkendali. Subaidi menyebut adanya praktik ‘Galian C’ yang dibiarkan merajalela dalam satu dekade terakhir telah merusak ekosistem lokal.
Kemudian sorotan kedua, yakni pembangunan pemukiman yang tak terkendali. Menurutnya, ekspansi perumahan yang tidak terkendali tanpa perencanaan lingkungan yang matang telah mengganggu sistem hidrologi daerah.
“Dulu, wilayah yang puluhan tahun aman, sekarang hujan sebentar saja sudah banjir. Ini tanda ada masalah serius. Kita telah abai terhadap lingkungan selama bertahun-tahun, dan inilah saatnya kita memperbaikinya melalui kebijakan yang pro-lingkungan,” ujar Subaidi.
Membumikan Visi melalui Kebijakan
Subaidi mengatakan, Muscab kali ini menjadi titik start bagi PKB Jombang untuk menggerakkan seluruh mesin partainya, terutama kader yang duduk di legislatif.
Melalui prinsip learning by doing, PKB akan mendorong Pemerintah Kabupaten Jombang untuk melahirkan regulasi yang lebih ketat terkait tata ruang dan perlindungan alam.
Menurut Subaidi, dengan semangat Taubat Ekologis, PKB Jombang optimistis dapat menghadirkan warna baru dalam kancah politik lokal.
Gerakan politik PKB, jelasnya, tidak hanya bicara tentang kekuasaan, tetapi juga tentang keberlangsungan hidup dan masa depan bumi Jombang. (Ms/Red)






