Berita  

Mengejutkan, Pohon Jati di Sekitaran Pengelolaan Limbah B3 di Bakalan Jombang Diduga Ditebang Oknum Pemdes, Ini Reaksi Warga

Pohon jati
Situasi penebangan pohon jati di Jalan Desa Bakalan Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang.

JOMBANG – Perihal adanya kegiatan penebangan pohon jati yang berada di pinggir jalan Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, yang diduga dilakukan oleh oknum Pemdes diprotes warga.

Pasalnya pohon jati ditanam puluhan tahun, dimana fungsinya untuk penghijauan dikarenakan Desa Bakalan tersebut merupakan daerah industri kecil pengolahan limbah B3.

Lebih mengejutkan ketika dilakukan penebangan Pemdes Bakalan tidak ada pemberitahuan atau musyawarah desa (Musdes) terlebih dahulu.

“Dulu seingat saya sudah tahunan, Pemdes Bakalan, melakukan penananam pohon jati hasil pemberian atau bantuan dari pemerintah,” terang AR sumber terpercaya JombangKu.com. Jumat (13/5/2022).

Dirinya menegaskan bahwa kala itu Pemerintah Desa (Pemdes) Bakalan, bersama warga menanam pohon di pinggir jalan lantaran untuk penghijauan.

Hal tersebut dikarenakan Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, udara dinilai sudah tercemar dengan adanya pengelolaan slag aluminium yang mana dikategorikan termasuk pengelolaan limbah B3.

“Ya fungsi tidak lain untuk penghijauan agar lingkungan kembali asri dan sehat tanpa adanya pencemaran udara. Maklum di Bakalan ini banyak pengusaha pengecoran alumunium dari slag atau limbah aluminium,” ungkapnya.

Sementara, Suroto tokoh masyarakat Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, menerangkan bahwa pihaknya sudah berupa menemui Kepala Desa Bakalan. Namun hanya bertemu dengan Sekretaris Desa (Sekdes) dan menanyakan perihal penebangan pohon jati tanpa adanya musyawarah desa.

“Saya sudah tanyakan ke Carik (Sekdes,red) begini, pripun niki pak Carik (gimana ini pak Carik) penebangan kok tidak ada musyawarah, ini warga bertanya,” terangnya.

Mengenai, pohon jati yang ditebang tidak hanya satu titik, melainkan dibeberapa titik diantara Dusun Sedapur dan Bakalan. Sedangkan hasil penjualan kayu jati capai puluhan juta rupiah.

“Kalau jumlahnya saya tidak tau, itu ada di Sedapur dan Bakalan, yang saya dengar semua laku sekitar 16 sampai 17 jutaan,” ungkap Suroto.

Hingga berita ini ditayangkan, JombangKu.com masih berusaha melakukan konfirmasi pada Pemerintah Desa (Pemdes Bakalan, Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang, terkait penebangan tanpa adanya musyawarah desa. (Tim/HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *