Selain aspek keamanan, panitia juga menaruh perhatian pada kenyamanan peserta dan antisipasi kesehatan. Panitia menyediakan toilet portable di area Alun-alun Jombang untuk digunakan oleh para jama’ah.
JOMBANGKU.com – Panitia persiapan pengawalan rombongan napak tilas isyarat pendirian NU yang terdiri dari jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, menggelar rapat koordinasi di Zam Zam Restoran, Diwek, pada Jumat (2/1/2026).
Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan skema pengamanan dan logistik demi kelancaran acara yang melibatkan ratusan dzuriyah dan ribuan nahdliyin tersebut.
Dalam arahannya, KH Haris Munawwir, Ketua Koordinator Napak Tilas wilayah Jombang, menjelaskan bahwa fokus utama pengamanan terletak pada koordinasi antar lini.
Pihaknya memastikan telah bersinergi dengan Polres Jombang, Banser, dan Pagar Nusa untuk menjaga kondusifitas selama acara berlangsung.
Rombongan utama yang terdiri dari 100 orang dzuriyah dijadwalkan tiba di Stasiun Jombang pada pukul 19.15 WIB. Setibanya di stasiun, rombongan akan langsung disambut dan dikawal menuju Pendopo Kabupaten Jombang.
“Rombongan dzuriyah ini nantinya akan diberangkatkan bersama ribuan peserta lainnya dengan titik start dari SMAN 1 Jombang menuju Tebuireng,” ujar Gus Haris.
Selain aspek keamanan, panitia juga menaruh perhatian pada kenyamanan peserta dan antisipasi kesehatan. Panitia menyediakan toilet portable di area Alun-alun Jombang untuk digunakan oleh para jama’ah.
Dari sisi kesehatan, unit ambulans juga akan disiagakan di beberapa titik, seperti di RSNU Jombang dan Kantor MWCNU Diwek, serta dalam iring-iringan rombongan.
Koordinator Lapangan, Nasrullah Fakhruddin, mengungkapkan bahwa pihaknya menyiagakan ratusan personel gabungan dari Banser untuk pengamanan rombongan.
“Akan ada sekitar 400 personil yang disiagakan di sepanjang jalan guna mengatur arus lalu lintas dan memastikan rombongan dapat berbaris dengan tertib hingga sampai ke tujuan,” tegas Nasrullah.
Menutup rapat tersebut, panitia berharap sinergi antara pihak keamanan, pemerintah daerah, dan relawan dapat membuat acara berjalan khidmat tanpa hambatan berarti.
“Semoga acara ini sukses dan menjadi keberkahan bagi kita semua,” pungkas KH Haris Munawwir. (Red)






