JOMBANGKU.COM – Berhati-hatilah jika melintas di Jalan Raya jurusan Mojowarno – Cukir, tepatnya Dusun Mojodukuh, atau barat Balai Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Terutama bagi pengendara sepeda motor. Sebab, di sejumlah titik jalan di situ, kondisinya banyak berlubang.
Bahkan, terdapat dua titik jalan berlubang dengan diameter cukup besar. Posisinya masing-masing di tepi jalan. Satu lubang cukup besar berada di sisi utara jalan dekat area persawahan. Satu lagi di sisi selatan dekat jembatan.
Bahkan oleh warga, lubang di titik yang disebut pertama ini, ditumpuki potongan batang tebu sisa dibakar. Harapannya, agar pengendara tahu jika jalan tersebut berbahaya kalau dilewati. Terutama bagi pengendara motor.
“Benar, agar mengurangi risiko bahaya bagi pengendara kalau melintas di situ. Paling bahaya saat malam hari, karena kurang penerangan jalan,” tutur seseorang yang mengaku warga sekitar, namun enggan menyebut namanya.
Di area jalan berlubang itu, kondisi jalan tampak anjlok. Kondisi aspal sudah retak-retak. Kondisi ini, kata dia, sudah cukup lama. Kerusakan paling parah, kata dia, sejak musim hujan tiba. Lantaran air yang menggenang di pinggir jalan tersebut.
“Yang lubangnya cukup parah, di dua titik. Sama yang di sana. Kalau yang berlubang ukuran kecil, cukup banyak. Mulai tikungan itu sampai pertigaan Mojowarno,” kata dia sambil menunjuk.
Dia juga mengaku, sempat melihat ada aktivitas penambalan jalan berlubang di kawasan ini. “Tapi ya gitu, di sini lubangnya ditutup, ganti di sana yang berlubang. Kok nggak sekalian saja dihotmix semua, seperti jalan di barat itu (wilayah desa Gondek),” pungkasnya. (an/kj)