JOMBANG – Pembangunan proyek Sentra IKM slag aluminium yang berada di Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, dimana proyek tersebut dinilai banyak kejanggalan kini mendapat sorotan bahkan dari DPRD Jombang.
Tidak tanggung-tanggung, rombongan wakil rakyat dari Komisi B DPRD Jombang melakukan Inspeksi Mendadak (SIDAK) kelokasi proyek yang menelan anggaran senilai Rp 19.786.482.636,82.
Tujuan dari rombongan para wakil rakyat ingin memastikan keabsahan status hibah tanah yang selalu dipertanyakan masyarakat juga melihat ada dugaan pembangunan mega proyek yang mana para pekerja diduga belum ada jaminan kesehatan BPJS Ketenagakerjaan oleh kontraktor.
Ketua Komisi B DPRD Jombang, Sunardi menjelaskan bahwa sidak dilakukan karena banyak laporan dari masyarakat.
“Ada laporan masyarakat ada indikasi penyimpangan dalam proses hibah tanah, sehingga kami turun ke lapangan,” jelasnya. Senin (6/9/2021).
Dari hasil Sidak tersebut dikatakan Sunardi, akan mengagendakan pemanggilan terhadap Dinas Terkait, Ketua Koperasi IKM slag aluminium dan Kontraktor agar mengetahi dari ujung pangkal permasalahan.
“Kami akan mintai keterangan semua pihak. Untuk mencari permasalahannya itu seperti apa,” paparnya.
Selain daripada itu, sebagai wakil rakyat pihaknya ingin mengetahui secara lengkap proses hibah tersebut sehingga bisa menjawab pada publik.
“Kami ingin tahu proses hibah dulu seperti apa. Sampai hingga proses pembangunan,” terang Sunardi.
Mengenai temuan di lapangan, pihaknya belum berani mengeluarkan statemen karena masih tahap awal dan akan melakukan hearing bersama Komisi C terkait pembangunan.
“Kita tidak berani berstatmen dulu karena ini masih laporan awal. Untuk itu kami juga akan klarifikasi ke beberapa pihak yang terkait. Setelah hearing nanti kami baru mengetahui permasalahannya nanti seperti apa dan tentu hasil itu nantinya,” ungkap Sunardi.
Diketahui bahwa pembangunan Mega Proyek Sentral IKM Slag Alumunium dibangun di dekat pemukiman yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah warga, selain daripada itu jarak dengan perkampungan desa sebelah berjarak sekitar 500 meter.
Bukan hanya itu, sebelah timur dari lokasi proyek ada saluran irigasi pembuangan tadah hujan juga mengalir melintas kepemukiman tetangga sebelah yakni Dusun Jerukwangi, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben. (Hr/Red).