JOMBANGKU.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten menggelar Kirab Pemilu 2024, Selasa (5/9/2023), dimulai dari lapangan Pemkab menuju Alun – Alun.
Acara tersebut diikuti jajaran komisioner dan sekretariat KPU Jombang, serta 2.100 orang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).
Kirab Pemilu 2024 diawali dengan kirab iring-ringan bendera semua partai politik, diikuti dengan grup drumband. Dalam kirab, ditampilkan tari kontemporer, tari remo, serta reog ponorogo.
Pantauan di lokasi, kegiatan tersebut menarik minat masyarakat Jombang untuk menonton di sisi kiri dan kanan jalan. Tidak sedikit diantara mereka yang mengabadikan momen dengan handphone masing-masing.
Kondisi serupa bahkan lebih meriah tampak pula di Alun-Alun Jombang, lokasi berakhirnya kirab. Di sini, bahkan jumlah penonton mencapai angka ribuan orang. Di lapangan utama Kota Santri ini, ribuan PPK serta PPS melakukan flashmob. Setelahnya, tampilan reog ponorogo yang ditampilkan oleh Paguyuban Kesenian Jaranan Jombang (PKJJ).
Tampak hadir di Alun – Alun, Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab bersama Wabup Sumrambah. Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga tokoh lintas agama.
Selain itu, hadir pula Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Muslim Bukhori. Dia datang bersama jajaran komisioner dan sekretariat KPU Kabupaten Mojokerto, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta perwakilan partai politik peserta Pemilu.
Pelaksana tugas (Plt) Ketua KPU Jombang Abdul Wadud Burhan Abadi menjelaskan, agenda kirab sendiri merupakan lanjutan atas kegiatan serupa yang digelar di Mojokerto.
“Agenda hari ini merupakan penyerahan kirab bendera pemilu 2024 dari KPU Kabupaten Mojokerto. Untuk selanjutnya, kirab bendera bakal kami teruskan ke semua wilayah Kabupaten Jombang yang mencakup 6 daerah pemilihan (Dapil),” ujarnya usai pemberangkatan kirab pemilu oleh Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab.
Dijelaskan olehnya, begitu menerima penyerahan kirab bendera pemilu dari KPU Kabupaten Mojokerto. Pihaknya juga bakal melakukan pendidikan, sosialisasi serta partisipasi kepada masyarakat.
“Melalui kirab bendera pemilu di 6 dapil, kami juga bakal melakukan pendidikan, sosialisasi serta partisipasi kepada masyarakat. Untuk seluruh rangkaian tadi, kami sudah menyusun jadwal secara lengkap,” jelasnya.
Lebih jauh diurai olehnya, keseluruhan agenda tadi dimulai pada tanggal 6 hingga 12 September mendatang. Untuk selanjutnya, kirab bendera bakal diserahkan ke KPU Madiun.
“Dapat kami sampaikan disini, bahwa kirab sendiri dimulai dari Kabupaten Morotai di Provinsi Sulawesi Utara sebelum akhirnya tiba di Jombang. Kami sendiri memiliki waktu untuk melanjutkan kirab dari tanggal 6 hingga 12 September mendatang, sebelum akhirnya diserahkan ke KPU Madiun,” urainya.
Karena memang tujuan kegiatan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pemilu 2024. KPU menyebut jika agenda bakal terus berlanjut hingga kirab bendera tiba di Jakarta. “Karena memang tujuannya untuk mengajak partisipasi masyarakat, agenda sendiri bakal terus berlanjut hingga nanti tiba di Jakarta,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen bersama, di penghujung acara dilakukan pula penandatanganan deklarasi Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa. Diawali oleh Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab kemudian disusul Plt Ketua KPU Jombang, Abdul Wadud Burhan Abadi, Bawaslu Kabupaten Jombang, Forkopimda Kabupaten Jombang, serta parpol peserta Pemilu.
“Tidak boleh ada perpecahan seperti Pemilu-Pemilu sebelumnya. Tidak boleh ada pembelahan dan lain sebagainya. Harapan kita seperti itu,” pungkas Burhan. (ant/Red))