JOMBANGKU.com – Upaya pencegahan peredaran narkoba terus digencarkan oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jombang melalui kegiatan sosialisasi kepada pelajar. Kali ini, edukasi bahaya narkoba menyasar siswa di MTs Bahrul Ulum dan MAN 5 Jombang yang berada di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Selasa (21/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Ahadin Mintarum yang merupakan anggota Satresnarkoba Polres Jombang hadir sebagai narasumber. Ia memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai jenis-jenis narkoba, dampak penyalahgunaan, hingga konsekuensi hukum yang dapat menjerat pengguna maupun pengedar.
“Pentingnya kesadaran sejak dini agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Kami mengajak para siswa untuk berani menolak serta melaporkan jika mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Selain itu, ia turut mensosialisasikan layanan call center Polri 110 sebagai sarana pengaduan masyarakat. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat dengan mudah melaporkan berbagai bentuk gangguan kamtibmas, termasuk dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah Jombang.
Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Jombang, Iptu Bowo Tri Kuncoro, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menekan angka peredaran narkoba, khususnya di kalangan remaja.
“Pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang harus kita lindungi. Melalui edukasi seperti ini, kami berharap mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang bahaya narkoba sehingga tidak mudah terpengaruh,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus menjalin kerja sama dengan sekolah, PWI Jombang dan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan sosialisasi, termasuk mengoptimalkan pemanfaatan layanan pengaduan masyarakat melalui call center 110.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian program “PWI Jombang Goes to School and Campus”, yang mengusung safari edukasi jurnalistik dan literasi digital bagi pelajar dan mahasiswa.
Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, mengatakan bahwa program tersebut bertujuan tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang dunia jurnalistik, tetapi juga membekali generasi muda dengan literasi digital yang baik, termasuk kemampuan menyaring informasi di era digital.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pelajar agar lebih kritis, cerdas dalam bermedia sosial, serta memiliki kesadaran terhadap isu-isu penting seperti bahaya narkoba,” ungkapnya.
Dengan adanya kolaborasi antara kepolisian dan insan pers, Ia berharap edukasi yang diberikan dapat semakin luas dan efektif dalam membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas dari narkoba. (Red)






