JOMBANG – Beberapa orang terduga pelaku dari sekelompok orang atau genk motor yang mana pada 31 Maret 2022, sekira pukul 23.00 Wib telah membuat onar serta melakukan kekerasan di Dusun Dempok, Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sudah diamankan Kepolisian.
Aksi brutal yang dilakukan oleh genk motor tersebut, ada dugaan tidak hanya dilakukan di satu tempat saja melainkan dibeberapa tempat hingga viral dimedia sosial.
Setelah ramai perbincangan di media sosial, aksi sekelompok orang sok jagoan tersebut, membuat geram petugas kepolisian hingga dilakukannya penyelidikan, beruntung setelah memintai keterangan dari para saksi dan petunjuk video rekaman yabg beredar pada akhirnya membuahkan hasil.
Kasi Humas Polres Jombang Iptu Qoyum Mahmudi dalam rilisnya menegaskan bahwa Polres Jombang berhasil melakukan pengungkapan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh genk motor.
“Pengungkapan perkara tindak pidana kekerasan terhadap orang atau barang yang dilakukan secara bersama (Genk Motor) atas kerjasama unit Reskrim Polres Jombang dibantu Subdit Jatanras Polda Jatim,” tegasnya. Minggu (3/4/2022).
Masih keterangannya, Qoyum bahwa terduga pelaku kala itu bersama teman temannya melakukan konvoi. Sesampainya di jalan Dusun Dempok Desa Grogol dari arah depan melintas korban dan langsung dihadang kemudian dipukuli secara bersama sama.
Tidak hanya itu, terduga pelaku juga melempar sepeda motor korban ke parit.
“Dari kejadian itu mengakibatkan benjol di kepala (Koban) serta kerusakan pada sepeda motor milik korban. Atas kejadian tersebut pelapor melaporkan ke Polres Jombang,” terangnya.
Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian belum mengungkapkan identitas pelaku dikarenakan masih ada pengembangan oleh penyidik hanya saja diungkapkan barang bukti dan sangsi terhadap terduga pelaku.
” 3 (tiga) jaket hoody warna hitam (disita dari pelaku dan saksi), 1 (satu) unit sepeda motor honda beat warna biru putih, 1 (satu) buah STNK Honda Beat dan dikenakan pasal 170 KUHP,” papar Iptu Qoyum.
Seperti diketahui, bahwa konvoi oleh genk motor sempat viral dimedia sosial, hingga menyulut amarah warga atau nitizen , dikarenakan dinilai seakan menodai Kabupaten Jombang yang dikenal sebagai kota santri dan kota toleransi berubah menjadi kota tidak aman. (Red)