Dari Daerah, Mafindo Jombang dan Perang Senyap Melawan Hoaks di Ruang Digital

Aktifis Mafindo Jombang saat terima Penghargaan PWI Jombang Award 2026.

JOMBANGKU.com – Di tengah derasnya arus informasi yang tak selalu jernih, sekelompok relawan di Kabupaten Jombang memilih berdiri di garis depan.

Mereka bukan aparat, bukan pula institusi besar dengan sumber daya melimpah. Namun, peran mereka krusial: menjadi penjernih di tengah kabut hoaks yang kian pekat di ruang digital.

Komunitas itu adalah Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Jombang. Bagian dari gerakan nasional yang berdiri sejak 2016, Mafindo dikenal sebagai organisasi periksa fakta bersertifikasi internasional yang konsisten membangun ketahanan informasi masyarakat.

Di tingkat lokal, Mafindo Jombang hadir sejak 2 Juli 2018, membawa semangat literasi digital yang tak sekadar wacana.

Koordinator Wilayah Mafindo Jombang, Wahyu Subianto, menyebutkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya derasnya informasi, tetapi juga rendahnya kemampuan masyarakat dalam memilah kebenaran.

“Karena itu, Mafindo mengambil peran aktif melalui berbagai pendekatan, mulai dari edukasi langsung hingga pemanfaatan teknologi,” ucapnya pada Rabu (8/4/2026).

Upaya tersebut diwujudkan melalui program-program yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Dari siaran edukatif di radio lokal hingga kegiatan “siskamling digital” yang mengajak warga lebih waspada terhadap informasi yang beredar di gawai mereka.

Tak berhenti di situ, Mafindo Jombang juga mulai melangkah lebih jauh dengan mengintegrasikan kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan.

Program seperti AI Go to School untuk guru serta AI Ready ASEAN bagi siswa dan orang tua menjadi bukti keseriusan mereka dalam menyiapkan masyarakat menghadapi era digital yang semakin kompleks.

“Melalui pendekatan ini, literasi digital tidak lagi sekadar memahami informasi, tetapi juga bagaimana memanfaatkan teknologi secara bijak,” ujarnya melanjutkan.

Selain edukasi, Mafindo juga menyediakan perangkat konkret untuk memeriksa kebenaran informasi.

Platform Turnbackhoax.id menjadi salah satu rujukan nasional dalam pengecekan fakta, sementara layanan cek sumber melalui WhatsApp memudahkan masyarakat mengakses verifikasi informasi secara cepat dan praktis.

Langkah-langkah tersebut menempatkan Mafindo Jombang sebagai garda terdepan dalam membangun masyarakat yang kritis, damai, dan berdaulat di ruang digital.

“Di tengah maraknya disinformasi yang berpotensi memecah belah, kehadiran mereka menjadi penyeimbang yang menenangkan,” ungkapnya.

Dedikasi inilah yang kemudian mengantarkan Mafindo Jombang meraih penghargaan “Pioneer Navigasi Digital Kabupaten Jombang” dalam ajang PWI Jombang Award 2026.

Penghargaan ini diberikan kepada individu atau kelompok yang dinilai menjadi pelopor dalam membimbing masyarakat agar mampu berselancar di dunia digital secara cerdas, aman, dan beretika.

Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menyebut, secara filosofis, predikat “pioneer” menegaskan peran Mafindo sebagai perintis dalam edukasi literasi digital, bahkan sebelum isu ini menjadi perhatian luas.

“Sementara “navigasi digital” mencerminkan upaya mereka dalam memandu masyarakat agar tidak tersesat oleh hoaks, penipuan, maupun konten negatif yang kian beragam,” ungkap Mufid saat dikonfirmasi.

Dengan identitas lokal yang kuat, Mafindo Jombang tak hanya bekerja untuk komunitasnya sendiri, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat ketahanan informasi masyarakat Kabupaten Jombang secara keseluruhan.

“Di tengah dunia digital yang terus bergerak cepat, mereka hadir sebagai kompas menunjukkan arah, menjaga kewarasan, dan memastikan publik tetap berpijak pada fakta,” pungkas Mufid. (Red)