Aksi Lingkungan Murid SMPN 1 Wonosalam Diakui Dunia dalam Ajang JAYCA 2026

Mereka dinilai menunjukkan aksi nyata dalam pengembangan diri, kepemimpinan, dan kontribusi sosial di bidang lingkungan. Prestasi ini merupakan buah dari konsistensi mereka dalam ekstrakurikuler “Polisi Air”.

JOMBANGKU.com — Empat pelajar SMPN 1 Wonosalam, Kabupaten Jombang, sukses menorehkan prestasi internasional melalui ajang The Duke of Edinburgh’s International Award (DOE) 2026.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam acara Awarding Jawa Timur Young Changemaker Academy (JAYCA) di Bondowoso, baru-baru ini.

Keempat siswa tersebut, yakni Nova Ayu Wulandari, Qoirul Deicha Kurnia Azzahra, Rizki Putri Dwi Aryanti, dan Zeema Aquila Tiya Huwaida, berhasil terpilih dari 150 peserta se-Jawa Timur.

Mereka dinilai menunjukkan aksi nyata dalam pengembangan diri, kepemimpinan, dan kontribusi sosial di bidang lingkungan. Prestasi ini merupakan buah dari konsistensi mereka dalam ekstrakurikuler “Polisi Air”.

Di bawah motivasi Kepala SMPN 1 Wonosalam, Heni Wahyudi, mereka aktif memantau kualitas sungai di wilayah hulu menggunakan metode biomonitoring, yakni mengamati organisme makroinvertebrata sebagai indikator kesehatan air.

Seluruh riset lapangan tersebut telah dibukukan dalam karya berjudul “Patroli di Bawah Arus: Jejak Makroinvertebrata Temuan Polisi Air”.

Buku ini menjadi bukti kemampuan pelajar dalam menyusun riset ilmiah sederhana sekaligus mengadvokasi pentingnya menjaga ekosistem hulu bagi masyarakat hilir.

Salah satu penerima penghargaan, Rizki Putri Dwi Artanti (14), mengaku mengalami perubahan signifikan setelah mengikuti program tersebut.

“Dulu saya lebih pasif, sekarang jadi lebih peduli dan berani menyuarakan isu lingkungan, terutama soal polusi dan kualitas air,” ujarnya.

Menurut Rizki, kegiatan ini membuka wawasan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga generasi muda.

Pendampingan program ini juga melibatkan organisasi lingkungan yang membekali siswa dengan pemahaman mendalam tentang pencemaran, ancaman mikroplastik, hingga teknik advokasi berbasis data.

Pihak penyelenggara menegaskan bahwa penghargaan ini adalah titik awal bagi para pelajar untuk terus menjadi agen perubahan.

Melalui pencapaian ini, para siswa SMPN 1 Wonosalam membuktikan bahwa langkah kecil dari lingkungan sekolah mampu memberikan dampak besar bagi dunia. (Ms/Red)