JOMBANGKU.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk melakukan evaluasi terhadap implementasi Kurikulum Merdeka jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2022.
Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari, dimulai pada hari Senin (14/11/2022) hingga berakhir Rabu (16/11/2022), bertempat di SMPN 3 Peterongan.
Guna memaksimalkan hasil kegiatan, Disdikbud memberlakukan pembagian menjadi 9 kelas. Sementara pemateri kegiatan, berasal dari jajaran pengawas SMP.
Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Senen mengatakan, orang pertama yang memiliki tanggung jawab sekaligus kunci keberhasilan menyukseskan kurikulum merdeka adalah guru.
Oleh sebab itu, ujar dia, kegiatan evaluasi harus dilakukan guna memaksimalkan proses belajar-mengajar.
“Kita harus sepakat bahwa dengan kurikulum merdeka, tujuannya dalam rangka mewujudkan visi pembangunan nasional. Yaitu, mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, kemudian mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar profil pancasila,” kata Senen, saat agenda pembukaan FGD.
Dengan begitu, lanjut dia, kurikulum merdeka mempunyai tujuan yang lebih baik apabila dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya.
Kurikulum merdeka, jelas Senen, menawarkan pembentukan karakter peserta didik menjadi lebih baik. Termasuk pula, bentuk solusi ketika menghadapi masa pandemi Covid-19.
“Selain dalam rangka pembenahan sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Jadi bukan hanya sebatas merubah kurikulum, namun tujuan agar generasi muda memiliki daya saing secara global adalah tujuan utama,” ujar dia.
Seiring dengan tujuan tadi, Disdikbud dipastikan bakal melakukan melakukan berbagai upaya dalam membantu tenaga pengajar. Selain telah meminta fasilitator program sekolah penggerak untuk memberikan penguatan kepada kepala sekolah (Kasek) sekaligus guru. Elemen satuan pendidikan tadi juga diberikan keleluasaan dalam mengimplementasikan melalui jalur sendiri.
“Masih berkaitan dengan upaya dukungan bagi kepala sekolah serta guru dalam menerapkan kurikulum merdeka. Dalam kegiatan focus group discussion, kami sediakan jajaran pengawas sebagai pemateri,” lanjut mantan Kepala BKD PP Jombang itu.
Diingatkan kembali oleh Kadisdikbud, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
“Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik,” ungkapnya.
Realisasi hal tadi, proyek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. “Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu. Sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran,” pungkas Senen.
Diketahui, sebagai bentuk pemulihan proses belajar-mengajar usai pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan merilis Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan yang dimulai pada tahun ajaran 2022/2023.
Terobosan positif dari Kemendikbud Ristek akan menjadikan pembelajaran bagi satuan pendidikan agar lebih mudah dalam menghasilkan kualitas pendidikan terbaik dan sumber daya manusia unggul. (HER/Ant/Red)