Belajar Bareng Kapolres Jombang, Pelajar SMKN 1 Dibekali Pencegahan Kenakalan Remaja dan Simulasi Wawancara Jurnalistik

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan saat bersama pelajar SMK Negeri 1 Jombang.

JOMBANGKU.com- Suasana SMK Negeri 1 Jombang terlihat tidak biasa, karena puluhan pelajar ini mendadak diajak belajar bersama dengan Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Rabu (29/4/2026).

Belajar bersama ini dalam rangkaian safari jurnalistik PWI Jombang Goes to School and Campus, dimana puluhan pelajar selain belajar jurnalistik juga diberikan materi tentang bahaya kenakalan remaja dan menyongsong Indonesia Emas 2045 oleh Kapolres Jombang.

Usai materi sosialisasi oleh Kapolres Ardi disampaikan, suasana tanya jawab menjadi sangat menarik karena telah disiapkan hadiah helm bagi pelajar yang berani maju dan bertanya.

Suasana semakin seru ketika kegiatan praktek jurnalistik melibatkan Kapolres Jombang untuk menjadi narasumber, menggunakan metode wawancara door stop (wawancara cegat) yang dengan sekejap para pelajar SMKN 1 Jombang berkerumun.

​Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan mengungkapkan bagaimana antusiasme para pelajar SMKN 1 Jombang patut di apresiasi.

Ia menilai metode simulasi dan pemberian reward ini sangat efektif untuk mengukur sejauh mana siswa menyerap materi yang diterima selama dua hari.

​”Melalui praktik doorstop ini, siswa belajar berani berbicara dan menyusun pertanyaan kritis. Pemberian helm ini adalah cara kami menyemangati mereka agar terus berani menyuarakan kebenaran dan tetap disiplin, baik di sekolah maupun di jalan raya,”katanya.

Kemudian Kapolres Jombang mengingatkan tentang Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi jika para pelajar mulai menanamkan disiplin sejak hari ini. Menurutnya, generasi penentu masa depan bangsa adalah para pelajar saat ini.

​”Jangan pernah menggadaikan masa depan yang cerah hanya demi emosi sesaat yang merugikan. Lebih baik dikenal karena prestasi yang membanggakan daripada menjadi viral karena melakukan pelanggaran hukum,” tuturnya.

“Setiap tindakan seperti balap liar, perundungan (bullying), hingga narkoba memiliki konsekuensi hukum serius yang akan tercatat dalam SKCK dan dapat merusak masa depan,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, menyatakan dukungannya terhadap sinergi antara kepolisian dan pers di lingkungan sekolah.

​”Kami sangat mengapresiasi langkah inovatif ini. Materi kesadaran hukum yang dikemas dengan praktik jurnalistik membuat siswa lebih cepat menyerap informasi,” ucapnya.

​Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Jombang, Abdul Muntolib, mengaku bangga dengan keberanian anak didiknya saat melakukan simulasi. Ia menilai kehadiran narasumber dari kepolisian dan wartawan memberikan wawasan yang sangat luas bagi para siswa.

​”Ini adalah edukasi yang komplet. Siswa kami tidak hanya belajar teori disiplin dan anti-kenakalan remaja, tapi juga belajar cara berkomunikasi secara publik dan mengolah informasi secara kritis,” pungkasnya.