Ribuan Orang Semarakkan Kenduren Wonosalam 2025

Syukuran Panen Raya Durian Sejak 2012

Kenduren Wonosalam 2025
Suasana Kenduren Wonosalam 2025, di Lapangan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Minggu (23/2/2025).

JOMBANGKU.com – Kenduri durian atau Kenduran Wonosalam 2025 yang berlangsung di lapangan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Minggu (23/2/2025), berlangsung semarak.

Suasana seru tersaji pada gelaran yang menjadi tradisi tahunan itu, menarik minat ribuan orang untuk hadir.

Pada tahun ini, ribuan orang dari berbagai penjuru, baik dari Jombang maupun dari daerah sekitar, berbondong-bondong menuju Wonosalam..

Meski puncak acara Kenduren Wonosalam berlangsung pada tengah hari, namun para pengunjung maupun wisatawan telah datang ke acara Kenduren Wonosalam, sejak sejak Minggu pagi.

Mereka berkeinginan untuk menjadi saksi maupun untuk merasakan secara langsung keseruan acara berbagi ribuan durian gratis tersebut.

Pantauan di lokasi, saat menantikan pelaksanaan puncak Kenduren Durian Wonosalam, sebagian pengunjung dan wisatawan ada yang memadati jalan.

Selain itu, ada pula yang menikmati aneka kuliner dengan berbelanja di lapak-lapak UMKM yang tersedia di sepanjang jalan menuju lapangan Wonosalam.

Menjelang tengah hari, ribuan masyarakat mulai memasuki lapangan Wonosalam dan terkonsentrasi untuk mengikuti prosesi gelaran Kenduren.

Puncak acara Kenduren Wonosalam 2025 diawali dengan ucapan syukur dan sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Jombang diera kepemimpinan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin Yazid.

Potensi Wonosalam
Mewakili Bupati Jombang Warsubi, yang masih menjalani retreat di Magelang, Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid atau Gus Salman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah bekerja keras sehingga acara tahunan ini dapat terselenggara dengan baik dan meriah.

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, Alhamdulillah hari ini kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk bersama-sama hadir dalam rangka mengikuti kegiatan event tahunan puncak acara Kenduren Wonosalam tahun 2025,” ujar dia.

Ia mengatakan, wilayah Kecamatan Wonosalam yang terbagi menjadi 9 desa, memiliki potensi melimpah baik dari sisi wisata alam maupun produksi hasil bumi seperti kopi, cengkih, serta durian.

Khusus durian, ungkap Gus Salman, di Wonosalam terdapat 159.624 pohon durian yang tersebar di 9 desa. Dari jumlah pohon tersebut, rata-rata produksi buah durian mencapai 54.377 kwintal per tahun.

“Ini tentu potensi yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, kita akan membangun dan mengembangkan Wonosalam ini supaya menjadi lebih baik lagi, terutama infrastruktur,” kata Gus Salman.

Wakil Bupati Jombang Salmanuddin Yazid atau Gus Salman, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Kenduren Wonosalam 2025.

Terkait Kenduren Wonosalam, Ia menekankan jika kegiatan tersebut perlu dikembangkan sebagai destinasi wisata tahunan yang mampu menarik kehadiran wisatawan.

Tradisi Saat Panen Raya
Camat Wonosalam Haris Aminuddin mengungkapkan, Kenduren Durian Wonosalam digelar sejak tahun 2012, yang kemudian ditetapkan sebagai agenda tahunan.

Meski diagendakan sebagai event rutin tahunan, Kenduren Wonosalam tidak dilaksanakan pada 2016, serta pada 2021 dan 2022.

Ia menjelaskan, Kenduren Durian Wonosalam merupakan kegiatan yang dirancang sebagai tradisi berbagi durian gratis kepada masyarakat.

Pelaksanaannya pun disesuaikan, yakni saat para petani kebun di pegunungan Anjasmoro Wonosalam sedang melaksanakan panen raya buah durian.

Menurut Haris, Kenduren Durian Wonosalam, selain sebagai ungkapan syukur atas melimpahnya hasil panen durian, juga untuk mempromosikan potensi wisata alam di Wonosalam.

Pada tahun ini, ungkap dia, total sebanyak 2025 buah durian yang dibagikan kepada masyarakat melalui kegiatan Kenduren Durian Wonosalam.

Semarak Kenduren
Sementara itu, saat acara Kenduren Wonosalam, ribuan warga awalnya mengelilingi sebuah tumpeng raksasa berisi ribuan buah durian.

Namun beberapa saat menjelang pelaksanaan Kenduren, tumpeng dengan ukuran yang lebih kecil memasuki lapangan.

Ada 9 tumpeng yang dibawa masyarakat dari 9 desa di Kecamatan Wonosalam. Setelah diarak berkeliling, tumpeng-tumpeng tersebut kemudian diletakkan di lapangan mengelilingi tumpeng raksasa.

Adapun Isi dari 9 tumpeng tersebut didominasi buah durian, ditambah beberapa buah hasil panen, serta aneka sayuran.

Setelah prosesi doa, ribuan masyarakat saling bersaing untuk mendapatkan buah durian yang disajikan dalam acara Kenduren.

Meski harus berjubel dan bersaing antar sesama untuk memperebutkan buah durian yang dibagikan gratis, minat untuk mendapatkan durian tidak surut.

Pada momentum pembagian durian dari tumpeng raksasa, berulang kali terdengar imbauan agar warga berhati-hati terhadap keselamatan diri, hingga mengamankan barang masing-masing dari aksi copet.

Beruntung, hingga acara pembagian durian selesai, tak ada insiden berarti, meski situasi sempat terasa menegangkan saat ribuan warga berjubel untuk bersaing mendapatkan durian. (Ms/Red)

Exit mobile version