Jaring Aspirasi dan Promosikan Kopi Wonosalam, Sugiat Blusukan dari Kafe ke Kafe

Promosikan Kopi Wonosalam, Pj. Bupati Jombang Sugiat
Jaring Aspirasi dan Promosikan Kopi Wonosalam, Pj. Bupati Jombang Sugiat Blusukan dari Kafe ke Kafe, pada Sabtu malam. (HMSJOMB.)

JOMBANGKU.com – Pj. Bupati Jombang Sugiat, menyapa warga Kabupaten Jombang dalam acara bertajuk “Ngobati Embek Ngowos” di Kafe Osaka Kabuh, Sabtu (15/6/2024) malam.

Istilah “Ngobati Embek Ngowos” merupakan kependekan dari “Ngobrol Bareng Bupati Enake Ambek Ngopi Wonosalam”, kegiatan yang kini dilaksanakan Sugiat pada akhir pekan.

Kegiatan itu dijalankan Sugiat untuk menjaring aspirasi masyarakat Kabupaten Jombang, sekaligus untuk memperkenalkan atau mempromosikan Kopi Won

osalam.

Selain di Kafe Osaka Kabuh, Ngopi bareng Bupati pada malam Minggu itu juga dilaksanakan di Kafe Si Doel di Mojowarno, Angkringan Jawara di Jogoroto, Dekranasda dan Hypen di Jombang, serta Gang Boentoe di Mojoagung.

Di Kafe Osaka, Sugiat di hadapan warga dan para penikmat kopi yang hadir, membuka pertemuannya dengan melantunkan sebuah pantun.

“Mlaku-mlaku nganti sabang, mulihe tuku klambi werno abang. Ojo lali rek nek konco sobo Jombang, suguhono kopi Wonosalam ben terkenang,” ujar Sugiat.

Lantunan pantun Sugiat mendapatkan tepuk tangan meriah dari pengunjung Kafe. Suasana gayeng pun tercipta, terutama saat Sugiat mengajak seluruh pengunjung untuk menikmati suasana santai dan rileks di dalam kafe.

“Tidak apa apa belum kenal saya. Tapi saya yakin, begitu sudah ketemu saya, anda akan sulit melupakan saya,” kata Sugiat.

Pria yang masih aktif sebagai Kabinda Sulawesi Barat ini menuturkan, sejarah lahirnya “Ngobati Goes to Cafe” muncul dari keresahan Penjabatj Bupati Jombang itu terkait cara membuat warga bangga terhadap produk lokal, salah satunya Kopi Wonosalam.

Dari keresahan itu, tercetuslah inisiatif untuk mengadakan acara ngopi Wonosalam bersama generasi muda di cafe-cafe. Inisiatif seperti ini sangat penting untuk menciptakan ruang diskusi dan bertukar pikiran di antara masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurut Sugiat, berbicara tentang kopi, kopi Wonosalam merupakan kopi produksi lokal Kabupaten Jombang yang layak diperkenalkan dan dipasarkan ke wilayah nusantara, bahkan ke seluruh dunia.

Oleh sebab itu, Sugiat mendorong agar kopi Wonosalam perlu terus dikenalkan melalui acara yang melibatkan masyarakat, seperti acara Ngobrol Bareng Bupati.

Dalam kesempatan itu, Sugiat juga menyinggung potensi besar yang dimiliki Kecamatan Kabuh. Dia berharap, potensi pertanian di wilayah Kabuh bisa ditingkatkan dan dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Tembakaunya luar biasa, bisa bersaing. Kemarin kita ke Kudus bersama Pak Roni Kadis Pertanian untuk mengembangkan pertembakauan. Sehingga teman-teman petani tembakau bisa mengembangkan tembakaunya dan mendapat pasar yang bagus,” ujar dia.

Pj Bupati Jombang yang juga punya pengalaman bertani ini memiliki ide besar untuk mengembangkan kawasan industri khusus pertanian tembakau. Terlebih saat ini wilayah Kabuh memang disiapkan sebagai kawasan industri.

Sugiat mengungkapkan, dalam kunjungan di Mitra Produksi Sigaret (MPS) Ploso lalu, dirinya mendapat permintaan agar industri sigaret bisa dikembangkan. Merespon permintaan itu, Sugiat berkomitmen mendatangkan investor untuk mendukung proses pengembangannya.

Kabinda Sulawesi Barat ini mengajak warga untuk mengembangkan potensi apapun di daerahnya, termasuk Kopi Wonosalam dan produk lokal lainnya.

“Saya akan terus dorong investor agar mau investasi di Jombang. Kenapa kita perlu melakukan itu, hal ini untuk mengatasi pengangguran. Angka kemiskinan kita juga masih signifikan ekstrem,” jelas dia.

Terakhir, Sugiat yang terkenal penuh gagasan ini mendorong masyarakatnya untuk mengatasi masalah perekonomian di Jombang dengan terus berinovasi. Sebab, jika hanya diberi umpan alias mengandalkan bantuan, tidak akan bisa memacu kreatifitas masyarakatnya.

Seperti diketahui, Kabuh adalah sentra kerajinan tas anyaman pandan. Dalam kesempatan Ngopi bareng ini, salah seorang warga yang hadir meminta langsung kepada Pj Bupati Sugiat, agar dibantu mengembangkan potensi kerajinan tas ini.

Melihat persoalan tersebut, Sugiat yang terkenal responsif ini langsung mengupayakan dengan meminta kepala OPD terkait untuk membantu para pengrajin tas di Kabuh. (Ms/Red/*)

 

Exit mobile version