JOMBANGKU.COM – Pembangunan jaringan irigasi tersier usaha tani (Jitut) yang berada di Dusun Kademangan Desa Gudo Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dinilai ada kejanggalan.
Pasalnya pekerjaan jaringan irigasi usaha tani tersebut seharusnya selesai pekerjaan tahun 2023, namun sekitar pertengahan tahun 2024 ini baru selesai dikerjakan.
Usut punya usut, pekerjaan jaringan irigasi tersier usaha tani (Jitut) Desa Gudo tersebut, bersumber dari anggaran Dana Desa tahun anggaran 2023 nilai Rp.139.000.000 dengan volume pekerjaan sekitar 245,99 meter.
Dengan diselesaikannya pekerjaan di tahun 2024 tersebut, dalam proses pengerjaan terburu – buru dikarenakan sudah lewat tahun, sehingga kualitas dan kuantitas sempat disorot masyarakat.
Menurut KP (40) warga setempat kaget dikarenakan bangunan jaringan irigasi tersebut. Seharusnya sudah selesai pada tahun 2023 bukan tahun 2024.
“Saya juga baru tahu mas, kalau saluran irigasi beton yang berada di selatan kampung itu dikerjakan baru saja, yang membuat saya heran, pekerjaan itu anggaran tahun 2023, tetapi dilaksanakan tahun ini (2024).” ujarnya, sambil berpesan supaya namanya tidak dipublikasikan. Kamis (1/7/2024).
Selain itu, dikeluhkan KP, saat proses pengerjaan setau saya sangat terburu – buru, namun saya tidak tahu apakah dikejar target segera rampung atau bagaimana itu juga jadi pertanyaan, hingga hasilnya banyak cor yang keropos.
“Saya ini juga bermata pencarian sebagai petani mas dan kalau dihitung – hitung saluran irigasi tersebut sangat dibutuhkan petani untuk mengairi sawah, tetapi semua itu tertunda dikarenakan molornya pekerjaan, yang terpenting seharusnya kualitas dan kuantitas harus benar – benar bagus, kalau jelek cepet ambrol tergerus air,” keluhnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Pemdes Gudo melalui Sekretaris Desa Gudo mengaku bahwa molornya pekerjaan dikarenakan petani saat itu masih membutuhkan air irigasi.
“Anggaran tsb memang dari Dana Desa tahun 2023 karena anggaran tersebut dari Reword (Alokasi Kinerja) dan masuk dalam RKD dipertengahan Desember 2023. Jadi pelaksanaanya agak mundur masuk tahun 2024, karena memasuki pertengahan Januari 2024, petani sudah mulai memasuki musim tanam jadi pelaksanaanya kami cancel dengan kurang volume 99 meter yang akan dilanjutkan setelah mendekati panen atau petani sudan tidak membutuhkan air. Jadi itu atas kesepakatan TPK, Pengawas” ungkapnya melalui aplikasi WhatsApp. (Tim/Red).