Pertandingan Bola Voli Antar Pelajar Piala Bupati Jombang Berakhir Ricuh

Voli
Situasi usai kericuhan di Pertandingan Bola Voli di GOR Jombang (Istimewa)

JOMBANG – Suasana tak kondusif kembali terjadi di pertandingan olahraga di Kabupaten Jombang. Kini kericuhan antar supporter pertandingan voli terjadi di acara Bupati Cup Jombang 2022 yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Jombang, Rabu (31/8/2022) siang.

Kericuhan terjadi usai pertandingan voli antar SMK Dwija Bhakti Jombang melawan SMKN 3 Jombang. Antar pelajar suporter di halaman GOR, langsung memasuki ruangan pertandingan. Sehingga alami keributan dan ricuh antar pelajar.

Berselangnya pertandingan muncul kejadian saling lempar barang hingga merusak fasilitas setempat, membuat situasi setempat tidak kondusif. Bahkan polisi di kawasan ini, sampai kewalahan untuk menciptakan kondusifitas ruangan tersebut.

Seketika itu, jumlah petugas kepolisian bertambah. Pihak kepolisian dari Mapolres Jombang yang langsung dikomandani Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat, tiba di lokasi kericuhan.

Panitia Pelaksana Bupati Cup Jombang 2022, Agus Budiartono membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan jika, kericuhan antar supporter terjadi setelah sejumlah pendukung dari antar sekolah, saling ejek-ejekan.

“Yang jelas saling ejek di antara supporter tadi ya, SMK DB dengan SMKN 3. Mungkin karena pendukungnya ini kalah, sehingga kecewa dan terjadilah peristiwa itu,” ujar Agus kepada wartawan di lokasi kejadian.

Dalam peristiwa kericuhan itu, dikatakan Agus bahwa para supporter antar pelajar di sekolah dimaksud saling lempar barang, saling ejek-ejekan, hingga merusak fasilitas ruangan pertandingan setempat.

“Oh kalau saling pukul tidak ada, cuma berawal saling ejek-ejekan, lempar-lemparan barang bawaan seperti air botol. Kalau soal fasilitas yang rusak, hanya matrasnya saja,” katanya.

Sejatinya, para penonton pertandingan voli antar pelajar ini dibatasi. Namun demikian, Agus mengaku jika panitia kewalahan untuk membatasi para supporter tersebut. Sehingga dikatannya, ketika pertandingan berlangsung, penonton dalam ruangan ini dinilai over load.

“Sebenarnya kami sudah membatasi dengan kapasitas GOR, 3000 orang. Tapi ini tadi sampai terisi tiga ribu lima ratus orang lebih di dalam, iya memang over load lima ratusan orang,” bebernya.

Di tempat yang sama, Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat memastikan jika polisi sudah berupaya untuk membuat suasana setempat kembali kondusif. Sebelumnya, ia mengakui jika dalam pertandingan sempat terjadi gesekan.

“Jadi dalam kegiatan kejuaraan bola voli di Jombang ini terjadi gesekan sedikit, antar supporter. Dan Alhamdulillah saya tinjau langsung, jadi untuk keamanan sudah kondusif,” tutur Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat.

Dari peristiwa kericuhan tersebut, dikatakannya jadi pelajaran untuk menggelar perlombaan kedepannya. Mulai dari peserta, hingga jumlah supporter yang bisa menonton selama pertandingan.

“Untuk yang massanya banyak dan rawan, demi keamanan kami mintai pertandingan tanpa penonton. Dan panitia tadi sudah menyanggupi,” katanya.

Berdasarkan keterangan yang diketahui di lapangan, Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat mengatakan, saling ejek antar supporter jadi pemicu dalam peristiwa kericuhan antar pelajar tersebut.

“Biasa, terjadinya saling gesekan antar pelajar itu karena yel-yel dan ya seperti saling ejek gitulah. Anak muda-muda, Alhamdulillah sampai saat ini belum ada korban dan tidak ada orang yang kami amankan,” pungkasnya. (HR/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *