Cara Bedakan Covid-19 Pilek Flu dan Alergi Musiman, Kenali Gejalanya

Ilustrasi

JOMBANGKU.COM – Saat badan mengalami demam, menggigil, badan pegal dan batuk, biasanya gejala yang timbul karena pilek, flu, alergi musiman atau Covid-19.

Semua gejala empat penyakit tersebut memang sama, lalu bagaimana membedakan Covid-19, pilek, flu dan alergi musiman? Sebaiknya kenali ciri-cirinya.

Berikut JombangKu.com merangkum cara membedakan gejala ovid-19, pilek, flu dan alergi musiman seperti dikutip dari laman Intermountain Health Care

1. Virus Corona atau Covid-19

Covid-19 memang jenis baru dari virus Corona yang menyerang manusia dan menyebar di seluruh dunia. Empat jenis lain dari virus Corona sebenarnya sangat umum dan biasanya hanya menimbulkan gejala ringan seperti flu biasa.

Namun ada beberapa jenis virus corona, seperti Covid-19, yang menyebabkan penyakit parah pada golongan tertentu.

Misalnya, orang tua dan seseorang yang memiliki kondisi kesehatan yang parah, seperti penyakit jantung, paru-paru dan diabetes memiliki resiko tinggi saat terpapar Covid-19.

Saat ini tidak ada obat atau vaksin untuk Covid-19, oleh karena itu mengantisipasi diri agar tidak tertular serta kenali gejalanya sejak dini.

Gejala Covid-19

– Demam dan / atau kedinginan
– Batuk (biasanya kering)
– Sesak napas atau kesulitan bernapas
– Kelelahan (terkadang)
– Sakit dan nyeri (terkadang)
– Sakit kepala (terkadang)
– Sakit tenggorokan (kadang-kadang)
* Gejala pernapasan atas, seperti pilek dan hidung tersumbat, sangat jarang terjadi pada COVID-19.

2. Pilek

Gejala umum pilek biasanya ringan dibandingkan virus yang lebih agresif seperti flu. Pilek dapat disebabkan oleh salah satu atau semua gejala berikut:

Gejala Pilek

– Hidung berair atau tersumbat
– Batuk (ringan)
– Kelelahan (terkadang)
– Bersin
– Mata berair
– Sakit tenggorokan
– Sakit kepala (jarang)
– Sakit dan nyeri

Obat pilek dijual bebas dan dapat mengurangi gejalanya. Pilek biasanya akan dirasakan selama 7 hingga 10 hari. Mayoritas gejala pilek sebenarnya bukan disebabkan infeksi, jadi yang dapat menyembuhkannya adalah sistem kekebalan tubuh.

Kebanyakan virus flu akan hilang jika penderitanya bersabar dan memberikan waktu untuk tubuh melawannya. Sistem kekebalan tubuh dapat menjadi pertahanan terkuat dalam melawan flu biasa (pilek).

3. Flu

Flu atau influenza musiman umumnya menyerang dengan cepat. Penyakit ini adalah infeksi saluran pernafasan umum yang disebabkan oleh virus yang memengaruhi hidung, tenggorokan dan paru-paru yang berlangsung selama 5 hingga 7 hari. Berikut gejala umum flu.

Gejala Flu

– Demam dan / atau kedinginan
– Batuk (biasanya kering)
– Kelelahan
– Sakit dan nyeri
– Hidung berair atau tersumbat (terkadang)
– Sakit tenggorokan (kadang-kadang)
– Diare (terkadang pada anak-anak)

Berbeda dengan pilek atau virus corona, vaksinasi jadi cara yang baik untuk mencegah flu. Jika penderita flu telah menerima vaksinasi suntikan flu dan masih terkena flu, biasanya akan mengalami gejala lebih ringan dibandingkan penderita yang tidak menerimanya.

Kebanyakan penderita flu sembuh tanpa perawatan medis. Sebaiknya istirahat di rumah dan perbanyak minum air putih serta obati demam dengan acetaminophen (Tylenol) atau ibuprofen (Advil, Motrin).

Penting untuk diketahui, antibiotik tidak akan membantu infeksi virus apapun. Biasanya, infeksi hanya perlu dibiarkan, jadi tindakan terbaik adalah menunggu.

Jika gejala virus terasa membaik dan beberapa hari kemudian tiba-tiba bertambah parah, segeralah menghubungi penyedia layanan kesehatan yang dapat mengevaluasi kemungkinan penderita mengalami infeksi bakteri.

4. Alergi Musiman

Saat musim dingin tiba atau pergantian musim biasanya hidung akan mengeluarkan lendir atau meler serta mata terasa gatal.

Bila hal tersebut dirasakan, kemungkinan penderita sedang diserang flu namun bisa jadi karena alergi musiman.

Gejala Alergi Musiman

– Hidung, mata, tenggorokan, sinus, dan saluran telinga gatal
– Kelelahan (terkadang)
– Batuk
– Bersin
– Hidung berair atau tersumbat
– Mata berair
– Sakit kepala (terkadang)
– Sesak nafas

Bila seseorang memiliki alergi musim semi, sistem kekebalan tubuh akan melepaskan antibodi untuk melawan alergen dalam tubuh.

Antibodi akan melepaskan histamin dalam darah yang memicu beberapa gejala seperti pilek atau mata gatal.

Penderita mungkin mengalami lebih banyak gejala alergi pada hari-hari yang berangin ketika udara tidak bersih atau serbuk sari berterbangan pada musim semi.

Obat yang dijual bebas seperti antihistamin dan dekongestan dapat membantu mengurangi bersin, gatal, dan hidung tersumbat pada penderita alergi musim.

(alv/jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *