Refleksi Satu Tahun Masa Bakti, Dewan Pendidikan Jombang Gelar FGD Bersama Mantan Ketua dan Pengurus

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, Cholil Hasyim, menegaskan pentingnya sinergi dan keberlanjutan pemikiran dalam merawat iklim pendidikan di Kabupaten Jombang.

JOMBANGKU.com – Mengusung semangat kolaborasi lintas generasi, Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Dewan Pendidikan, Kompleks Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Kamis (13/8/2026).

Diskusi kelompok terarah ini diinisiasi dalam rangka memperingati satu tahun masa bakti pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang periode 2025–2030, sekaligus mengevaluasi serta memetakan arah kebijakan pendidikan daerah ke depan.

FGD strategis kali ini mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan yang Bermutu serta Berkarakter Sesuai Target Sustainable Development Goals (SDG) 4”.

Agenda tersebut menjadi momentum langka yang mempertemukan para pemangku kepentingan pendidikan lintas periode di Kabupaten Jombang.

Selain diikuti oleh jajaran pengurus aktif periode 2025–2030, forum ini turut dihadiri oleh para mantan ketua dan pengurus Dewan Pendidikan lintas generasi sejak kepengurusan tahun 2005.

Kehadiran para tokoh senior tampak melengkapi dinamika diskusi. Dari jajaran pengurus senior, hadir Thamrin Bey yang menjabat pada masa bakti 2005–2010, serta Djunaidi Hidayat selaku Ketua Dewan Pendidikan masa bakti 2010–2015.

Selain itu, jajaran pengurus masa bakti 2020–2025 juga tampak hadir secara holistik, di antaranya Handy Widyawan, Muhyidin, Gufron, Ali Said, Faruq Hikami, Syamsul Arifin, Sutono, dan Abdul Basit.

Dari unsur pemerintah daerah, dukungan penuh ditunjukkan melalui kehadiran langsung jajaran pimpinan Disdikbud Kabupaten Jombang. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wor Windari hadir mendampingi jalannya forum bersama Sekretaris Dinas Abdul Majid serta para Kepala Bidang di lingkungan Disdikbud.

Dalam jalannya diskusi, forum berfokus pada empat substansi utama. Pembahasan diawali dengan menelaah secara kritis pelaksanaan berbagai kebijakan pendidikan di Kabupaten Jombang saat ini.

Kemudian, dilanjutkan dengan penyampaian laporan kinerja dan aktivitas Dewan Pendidikan sepanjang rentang perjalanan Agustus 2025 hingga Agustus 2026.

FGD juga mereview Rencana Strategis (Renstra) Dewan Pendidikan periode 2025–2030 untuk diselaraskan dengan indikator global SDG 4, sekaligus menyerap masukan, jejak pengalaman, dan rekomendasi dari para pengurus periode sebelumnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, Cholil Hasyim, menegaskan pentingnya sinergi dan keberlanjutan pemikiran dalam merawat iklim pendidikan di Kabupaten Jombang.

Ia menyampaikan bahwa forum ini merupakan bentuk komitmen bersama seluruh pihak untuk terus berkolaborasi demi menghadirkan masa depan pendidikan Kabupaten Jombang yang lebih inklusif, berkualitas, dan berdaya saing.

“Satu tahun perjalanan ini menjadi momentum refleksi mendalam bagi kami. Kehadiran para senior pengurus Dewan Pendidikan lintas periode sangat krusial karena pengalaman dan pemikirannya menjadi pijakan berharga bagi kami dalam melangkah ke depan,” ujar Cholil Hasyim.

Ia menambahkan, keterlibatan semua elemen dibutuhkan agar target pendidikan berkarakter dan inklusif di Jombang dapat terwujud nyata, bukan sekadar jargon di atas kertas.

“Forum FGD ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menyelaraskan arah kebijakan daerah dengan target global SDG 4,” tutur Cholil.

“Kami ingin memastikan pendidikan di Kabupaten Jombang tidak hanya makin bermutu dan berdaya saing, tetapi juga tetap mengakar kuat pada karakter dan inklusivitas yang bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.